Rabu, 11 Januari 2012

dalil shalat qobliyah magrib

B. Dalil-Dalil Shalat Sunnah qabliyah Maghrib
1. Hadits riwayat Ahmad, Bukhary dan Abu Dawud:

“Dari Abdullah bin Mughaffal, bahwa rasulullah صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Bersabda: “ Shalatlah kalian dua raka'at sebelum shalat maghrib! ”. Kemudian beliau bersabda ketiga kalinya: “ Bagi siapa yang suka melakukannya ”. Hal ini karena beliau tidak mau kalau nanti orang-orang menjadikannya sebagai sesuatu yang wajib dilakukan ”.
Menurut al-muhib athabari, sabda Nabi dengan lafadz: “ karaahiyata an yattakhidzaha an naasu sunnah ” tidaklah berarti bahwa dua raka'at sebelum maghrib itu tidak sunnah hukumnya. Hal ini karena Nabi tidaklah mungkin memerintahkan sesuatu yang beliau sendiri tidak menyukainya. Bahkan hadits inilah yang menunjukan kesunahan dua raka'at sebelum maghrib. Sedangkan makna dari ucapan nabi diatas adalah: “Beliau tidak mau kalau nanti Shalat dua raka’at tersebut, dijadikan sebagai “ syarii’atan wa thariqatan laazimatan ” yakni syari’at dan jalan yang wajib hukumnya ”. Ucapan beliau itu bisa juga menunjukkn bahwa derajat shalat maghrib lebih rendah dibandingkan dgn sunnat-sunnat rawatib lainnya. Karena itulah maka mayoritas ulama syafi’iyyah tidak memasukannya ke dalam shalat-shalat sunnat rawatib ”. Demikian keterangan Imam Syaukani dalam Nailul authar jilid II halaman 8.

2. Hadist Riwayat Ibnu Hibban:

“ Dari Abdullah bin Mughaffal bahwasanya Nabi صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Pernah melakukan shalat maghrib dua raka'at “ Hadits ini menunjukan adanya contoh langsung dari Nabi Muhammad صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Dimana beliau juga melakukan shalat dua raka'at sebelum maghrib.

3. Hadist Riwayat Imam Muslim:

“ Dari mukhtar bin fulful ia berkata: “Kami pada masa Nabi صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Melakukan shalat dua raka’at sesudah terbenam matahari sebelum shalat Maghrib. Beliau melihat kami melakukannya namun beliau tidak menyuruh dan juga tidak melarang ”.
Hadist ini menunjukan taqrir Nabi صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Ketika beliau melihat para sahabat melakukannya, beliau membiarkan dan tidak melarang.

4. Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Bukhari:

“Dari Abil khair dia berkata: “ Aku pernah mendatangi Uqbah bin amir lalu berkata kepadanya : “Maukah engkau aku beritahukan sesuatu yang mengherankan dari Bani tamim dimana dia melakukan shalat dua raka'at sebelum maghrib? ” Uqbah berkata: “ Sesungguh nya kami pernah melakukannya di masa rasulullah صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.”. Aku berkata : “ Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukannya sekarang? ”. Dia berkata : “ Kesibukan ”.

5. Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Bukhari:

“ Dari Anas dia berkata : Ketika muadzdzin sudah beradzan, berdirilah beberapa sahabat Nabi صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. Bergegas menuju tiang-tiang masjid sehingga Nabi صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. keluar, sedang mereka masih dalam keadaan seperti ini yakni mereka shalat dua raka’at sebelum maghrib dan tidaklah terjadi sesuatu yang banyak antara adzan dan iqamah itu ”.

6. Hadist Riwayat Imam Bukhary:

“ Dari uqbah bin Amir, ia berkata: “ sesungguhnya para shahabat rasulullah صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. melakukan shalat dua raka'at sebelum maghrib pada masa Rasulullah صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.”.
Demikianlah beberapa hadits yang menerangkan tentang shalat dua raka’at sebelum maghrib dan terlihat dengan jelas dalam beberapa hadist diatas bahwa shalat dua raka'at sebelum maghrib itu, pernah dilakukan dimasa rasulullah صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.
Mengenai derajat hadits- hadist, yang berkaitan dengan shalat dua raka’at sebelum maghrib, Imam Nawawi dalam kitabnya Al-majmu’ memberikan komentar sebagai berikut: “ Hadits-hadits ini (yang berkaitan dengan shalat dua raka’at sebelum maghrib) adalah shahih, serta jelas menunjukan kesunahannaya ”.

Read more...
Diberdayakan oleh Blogger.

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP